Kenaikan semu Harga saham saat Pandemi COVID 19 Delta - Prediksi IHSG

Pagi ini IHSG sesaat setelah dibuka langsung merah, tapi beberapa menit kemudian mulai ada pergerakan naik. Aksi big money di beberapa saham blue chip seperti INCO, BBCA dan BRIS bisa sedikit mengangkat IHSG mendekati harga pembukaan. Sebagai ritel ada baiknya berhati-hati dengan kenaikan semu seperti ini, saran saya jangan lakukan aksi buy, tapi coba perbaiki porto. Cobalah jual yang minusnya udah kecil atau saham-saham yang sudah hijau, terkecuali anda membelinya di bulan maret tahun lalu saat harga terendah semua saham-saham IHSG.

esmart trading saham


Saat ini saya sendiri lebih memantau beberapa saham incaran, dimana beberapa minggu lalu harganya cenderung menurun dan sudah mendekati harga terendah selama 3 tahun belakangan. Menurut saya diawal tahun depan akan ada lagi beberapa saham yang akan multi bager seperti BRIS dan ANTM di awal tahun kemarin, hanya saja saham-saham ini masih butuh analisa mendalam terutama aksi para big money 1 bulan kedepan. Salah satu saham yang mungkin akan multi bager ahir tahun mendatang ada di sektor perbankan juga, dan satu lagi di sektor agri.

Sampai saat ini untuk sektor perbankan sudah ada beberapa yang harganya dibawah PBV ini perlu sekali mendapat perhatian setiap ritel, ingat sektor perbankan memang selalu menjadi juara capital gain di IHSG, bisa kita lihat 3 tahun belakangan saham bager selalu ada dari sektor perbankan. 

satu saham perbankan yang saat ini masih murah adalah PNBS, selain itu beberapa bank yang akan bertransformasi menjadi bank digital sangat perlu dipantau secara seksama. Kalau anda memiliki rule "hanya membeli efek syariah" maka sudah bisa dipastikan yang perlu anda perhatikan hanya saham BANK, PNBS dan BRIS saja. 

Bagaimana dengan KPIG yang masih dalam isu KEK Lido? jujur saja saya masih punya sedikit barang di KPIG di harga 140-an, agak sulit memang bermain di saham-saham group MNC ini (heri tanoe), PSP-nya kerap bermain di saham emiten-emiten MNC group. Hal itu bisa sangat menekan ritel yang masuk di harga euforia, saran saya lebih baik hindari saham-saham MNC disaat harganya fluktuatif menanjak. 

Isu meningkatknya (meledak) kembali kasus covid 19 di indonesia, terutama pulau jawa wajib menjadi kewaspadaan semua ritel. Kalau ada kenaikan harga patut dicurigai sebagai aksi take profit dari BIG MONEY. Anda tidak percaya, ya silahkan saja aksi buy saat seperti ini... kalau anda treder yang displin mungkin boleh saja ikut aksi para big money mengambil remah-remah dengan resiko tinggi.


kemilau pagi

Author


Naik Turun Harga Saham - Faktor - Penyebab - Ciri

Kerap kita sebagai investor acuh tak acuh akan faktor fundamental saham, ambil keputusan buy ibarat memilih kertas undian di dalam tabung kaca. Konyol, itu mungkin bisa saja kita sematkan pada keputusan investasi seperti itu, tapi pada kenyataan hal seperti itu kerap terjadi bukan hanya pada investor pemula tapi juga pada pelaku pasar yang sudah puluhan tahun bermain saham. 

saham bukan undian judi

Fundamental Analisis (FA), akan sangat membantu kita mengurangi resiko investasi. Logika sederhananya, perusahaan bagus akan untuntung, sahamnya juga akan terjaga bahkan cenderung naik. Harga saham naik adalah cuan, sesimpel bukan?

Kenapa harga saham naik? ini seolah pertanyaan teoritis manajemen investasi, padahal basik teorinya akan ditemukan pada ilmu ekonomi yakni konsep supply and demand (permitaan dan penawaran). faktor utama naiknya harga saham ya "TINGGINYA PERMINTAAN" dan faktor utama turunya harga saham adalah "MELIMPAHNYA PENAWARAN" hanya itu.

Jadi pertanyaan pertanyaan sebenarnya adalah bukan faktor yang mempengaruhi naik turunnya harga saham, tapi pertanyaan penting yang harus kita jawab dalam investasi adalah "faktor penyebab tinggi rendahnya permintaan dan penawaran saham di pasar modal".

Mungkin kalau anda seorang investor dan scientis akan menyatakan bahwa hal itu kan cuma pertanyaan turunan. Benar itu adalah pertanyaan turunan dari faktor naik turunnya harga saham, tapi perlu kita tekankan bersama bahwa dalam investasi ada namanya efisiensi waktu. Apa kaitannya? tentu saja langsung menjawab pertanyaan turunan adalah sebuah efisiensi waktu. No debat.. selesai, kita langsung aja mengurai faktor utama penyebab tinggi rendahnya permintaan dan penawaran saham di pasar modal. 

Faktor permintaan dan penawaran saham, hanya ada dua yakni psikologis dan realistis (kewajaran). Psikologis pasar, ini umumnya akibat dari asumsi, sedangkan realistis nilai wajar lebih dari akibat growth perusahaan. Psikologi pasar tidak hanya terkai news rumor dan aksi para maktet maker, tapi sangat banyak faktor di dalamnya terutama faktor ngehalu :D

Terkait ciri-ciri yang akan naik dan turun, umumnya para investor menggunakan news dan Technical analisis. News jangan salah membaca dan jangan terlalu percaya, sebab banyak juga news sebuah emiten hanya berupa pom-pom belaka untuk menggiring psikologi ritel. Paling penting diikuti adalah news yang berasal langsung dari page sosmed sebuah emiten, itupun hanya berlaku bagi emiten yang punya sosial media aktif. Adapun tekhnikal analisis yang paling umum digunakan adalah analisa volume, dan stochastic.

secara umum stochastic dapat menggambarkan jenuh jual maupun beli pada semua saham, terutama saham2 LQ 45. Ketika stochastic sudah menujukkan jenuh beli maka sebagai investor seharusnya kita tidak lagi lakukan buy, tapi kerakusan dalam diri kadang menyuruh lain :D itulah sifat manusia, iye kan wkwkwk. 

apa saja faktor psikologis permintaan dan penawaran saham? dan apa faktor kewajaran itu? akan kita lanjutkan nanti.. aka diupdate di halaman ini juga.